Aku adalah seorang mahasiswa yang
baru masuk tahun ini namaku adalah Lee, Aku tidak lahir dari keluarga china,
tapi nama Lee aku dapat dari ayahku yang menyukai aktor beladiri asal hongkong
Bruce Lee,, Aku baru lulus dari SMA dan sekarang aku adalah seorang mahasiswa
yang mengambil jurusan Desain Grafis, dulu aku pernah berkata pada teman
temanku kalau aku ingin mencari perempuan yang umurnya diatasku, teman temanku
hanya tersenyum dan kurang yakin dengan ucapanku. Dan inilah awalnya.
Suatu ketika aku dan kawan
kawanku diberi tugas fotografi oleh dosen dan harus menggunakan seorang
mahasiswi sebagai model, aku bingung dan tidak tau harus apa dan siapa kakak
perempuanku satupun tidak ada yang mau aku sudah membujuk dan memaksa tetapi
mereka tidak ada yang mau, keesokan harinya aku keliling dikampus dari lantai 1
kelantai paling atas sampai aku turun lagi kebawah aku tidak menemukan
seorangpun yang bersedia membantuku untuk jadi model tugasku.
Aku merasa haus dan lelah aku
pergi kebuah 7Eleven yang bersebelahan dengan kampusku, aku duduk dan sambil
menikmati kopi hangat, aku melihat seorang perempuan yang keluar dari 7Eleven,
ntah kenapa hatiku terdorong untuk mengikutinya, akupun mengikutinya, dari
wajahnya dia cantik, manis, jutek, bawel dan agak galak, tapi aku tak peduli
aku terus membuntutinya sampai akhirnya satu Lift dengannya aku memperhatikan
wajahnya dan diapun menengok aku langsung menunduk dan tepat di lantai 5 dia
keluar lift dan aku juga ikut keluar, aku berhenti sejenak dan melihat dia
terus berjalan, aku melihat kakak perempuanku disana dan ternyata dia adalah
teman baik kakakku, pelan pelan aku menghampirinya saat tepat aku berdiri
didekat kakakku perempuan dengan wajah jutek itu berkata
“Ngapain si lu!” dengan jutek dia berkata seperti itu, dan aku
tersenyum dengan mengangkat bibir sebelah kanan saja, dan aku menjawab.
“Apaan si, dia kakak gw kali” dia menatap dengan sinis dan
membuang muka lalu bicara pada kakakku.
“Ini ade lu dit??” nama kakak perempuanku adalah Yudith, dan
kakakku menjawab sambil senyum.
“Emang kenapa? lu galak amat” Diapun tersenyum dan berkata
“Dari tadi ngikutin gw mulu dith” kakakku melihat kearahku
dan berkata.
“Kamu ngapain ngikutin temen aku?” terang terangan aku
menjawab.
“Tugas fotografi, belom dapet model, kira kira temen kakak
mau ngga?” kakakku menjawab,
“Kamu tanya orangnya aja” lalu aku menggaruk kepala dan
berkata.
“Hm.. bisa minta tolong ga? Mau ngga jadi model buat tugas
fotografi gw?” dia sinis ngeliat aku dan menjawab.
“Kapan? Ntar gw dapet apa’an???” dalam batin aku berkata (
Sialan kode mau malakin gw nih) dan aku menjawab
“Teraktir makan aja gimana?” dia menganggukan kepala dan
berkata
“Besok pagi jam 10.00 ketemu di kantin kalo gamau atau lunya
ngaret GA JADI!” gw nganggukan kepala dan berkata dalam hati (Gila, Judes
banget)
Dirumah aku berbaring dikasur dan
memikirkannya, aku berfikir apa dia adalah jawaban dari keluhanku selama ini,
tapiku kok galak banget??? Aku tertidur dan tepat aku terbangun saat Adzan
Subuh, setelah solat aku mempersiapkan kamera dan semua alat yang diperlukan,
setelah semua selesai dipersiapkan aku membersihkan badan dan berangkat tepat
jam 09.00.
Aku duduk ditempat yang
dijanjikan, jam 10 akhirnya tiba dan ternyata dia yang ngaret,, jam 11 lewat
dia baru datang dan berkata
“Ayo, jadi ga??” sambil tersenyum dia berkata seperti itu,
dalam batin aku berkata (sial dia ngancem jangan ngaret tapi malah dia yang
ngaret) dengan muka kesal aku menganggukan kepala dan berjalan ke studio foto,
dia mengikutiku dibelakang. Sampai di studio foto aku mulai memfotonya, di
setiap foto dia menampakan senyumnya, dia cantik dan manis pelan pelan aku
jatuh hati padanya. Selesai foto dia meminjam kameraku dan melihat hasil foto
itu, dia berkata
“Bagus ya, lunya yang pinter apa emang gwnya yang cantik??”
aku melihatnya dan menjawab.
“Gw yang pinter, lu mah biasa aja kali” dia melihatku dengan
sinis dan berkata
“O” aku tersenyum dan langsung mengajaknya makan sesuai
janjiku sebelumnya.
Aku mengajaknya makan diluar
seberang kampus, dan saat sedang menyebrang tiba tiba ada sebuah mobil yang
ngebut dari arah kanan, aku terkejut dan reflek aku langsung memeluk kepalanya
dan menyandarkan kepalanya di dadaku, mobil itu langsung ngerem dan supirnya
marah mengeluarkan kepalanya lewat kaca jendela.
“BEGO! Cari mati ya!!!” cewe jutek ini langsung nyamperin
terus marah marah dan aku gatau dia bilang apa ke itu supir, dan supir itu
langsung diam dan melanjutkan perjalanan, Si jutek ini langsung menghampiriku
dengan muka kesel, dan berkata.
“Kalo lu cerita” tentang yang tadi awas lu ya!” aku
tersenyum dan berkata.
“Iya galak” sampai di tempat makan dia pilih untuk makan
somay, dalam batin aku berkata (galak galak doyan somay)
Aku belum mengetahui namanya saat
sedang makan aku bertanya siapa namanya, dia Menjawab.
“Ngapain nanya nanya” lalu aku jawab
“Yaudah gw panggil lu galak aja” dia melihatku dan menarik
telingaku kedepan sambil berkata
“Eh jangan macem macem ya?” aku memegang tangannya yang
sedang meremas telingaku
“Yaudah lepas” sambil menahan sakit, dan dia melepaskannya,
akhirnya dia memberi tau namanya
“Azzalia Putri, Nama lu siapa?” aku menjawab
“Lee, nama gw Lee Siau Lung” dia bertanya lagi
“ Ada turunan China ya?” aku menjawab
“Ngga ,Jawa Sunda” dia tersenyum dia bertanya lagi..
“Terus kenapa nama lu Lee Siau Lung” aku menjawab.
“Bapak gw penggemar berat Bruce Lee” dia tersenyum lagi dan
setelah selesai makan dia mengeluarkan saputangan dan mengelap bibirnya, aku
terkejut saat dia mengelap bibirku dengan saputangan miliknya itu, aku
memandanginya diapun memandangiku dan tersenyum lalu mendorong bibirku.
“udahan, bayar gih” saat sedang berjalan kembali kekampus
dia berkata padaku,
“Nanti fotonya cetakin buat gw juga ya?” gw senyum dan
jawab.
“Yaudah, tapi ntar gw dapet apa?” berhenti sejenak dia
melihatku dengan mata sinis lagi, aku langsung tertawa kecil dan berkata
“Ngga,, biasa aja kali emang gw lu,” Dia tersenyum dan
mencubit perutku, lumayan keras dia mencubit, aku tersenyum menahan sakit.
Tidak lama dia bergegas masuk kelas, akupun di tinggalnya sendirian, aku berkumpul
dengan teman teman dan senior, mereka bertanya dan heran karena aku bisa berdua
dengan perempuan yang dikenal galak dan jutek dikampus, akupun hanya tersenyum
dan berkata pada mereka.
“Itu kebetulan aja” banyak dari teman dan senior yang heran
dan iri padaku, aku hanya tersenyum hari mulai gelap dan adzan mahgrib, aku dan
teman teman bergegas untuk solat, selesai solat aku dipanggil oleh Azzalia.
“Siau Lung!!” teman teman melihatku sambil bisik bisik, tapi
aku tak peduli, aku menghampirinya
“Apa’an?” Dengan senyumanya yang manis dia minta pulang
bersama denganku, jujur aku memang kaget sejenak aku melirik kearah teman
temanku, dan semua temanku tersenyum dan memberikan jempolnya padaku. Aku
menggaruk kepalaku dan menjawab,
“Gw Naik sepeda, emang lu mau?” dia tersenyum menunduk dan
menjawab,
“Rumah gw itu 3 rumah sebelum rumah lu” aku tersenyum dan
melirik kearah teman temanku lagi, Teman temanku kembali memberikan jempolnya
padaku sambil tersenyum. Aku kembali bertanya
“Gapapa naek sepeda??” dia menjawab
“Gapapa kok,” akupun pulang bersamanya, aku memboncengnya
duduk didepan, diperjalanan aku bertanya padanya,
“Kenapa ga pulang sendirian?” dia jawab
“Takut gw uda gelap soalnya” aku pun menjawab,
“Lukan galak emang ada yang berani?” dia mencubit tanganku
yang sedang menyetir sepeda, aku kaget, dan berkata
“Ntar jatoh Blo’on!” dia menjawab dengan nada bicara kesal.
“Heh, lu manggil gw galak lagi gw cekek ya” aku tertawa
kecil dan berkata.
“Yaudah gausah galak galak, gampangkan??” diapun menjawab
dengan singkat.
“Bodo” Sampai didepan rumahnya diapun turun dan masuk
kedalam rumahnya tanpa bilang terimakasih. Aku tidak langsung pulang, aku
terdiam sejenak, aku menatap langit, lalu pintu rumahnya terbuka dia
menghampiri membawa sebotol air isotonik dia memberikannya padaku dan berkata.
“Siau Lung makasih banyak ya” aku menjawab,
“Iya sama sama, terimakasih juga ya” dia tersenyum dan
menghampiri pintu rumahnya, aku langsung berkata
“Jangan galak galak sama gw ya” dia melihatku dengan bibir
manyun dan berkata
“Gatau” aku tersenyum dan langsung pulang kerumah.
Keesokan harinya aku langsung mencetak foto tersebut dan aku
bergegas ke kampus, aku mengumpulkan tugas fotografi itu dan aku cukup senang
mendapat A, lalu aku duduk dibawah pohon dengan dua orang teman, tidak lama
Azzalia lewat sambil melihatku, aku cuek dan beberapa saat kemudian dia lewat
lagi dari arah berlawanan dan aku tetap cuek, tidak lama ada sms masuk di
handphone ku dari nomor yang tidak dikenal, aku membuka smsnya dan isi sms
tersebut.
“Belagu banget!” aku terkejut dan berfikir apa mungkin ini
si galak itu, aku berdiri dan mencarinya aku bertemu dia sedang bersama
kakakku, aku menghampirinya dan tidak tau harus bilang apa, dia langsung
berkata dengan jutek.
“Ngapain?” aku tidak memperdulikannya dan bertanya pada
kakakku berharap kakakku mengenali nomor yang ini, kakakku menjawab
“Ini mah nomor Lia,,” tebakanku benar dan aku menatapnya dan
berkata
“Apaan lu sms ngatain gw belagu” dia menunduk dan berkata
“Foto gw mana?” aku langsung mengeluarkannya dari ranselku
dan memberikannya, dia tersenyum dan mengucapkan terimakasih, kakakku tersenyum
dan meninggalkan aku berdua dengan Azzalia, Azzalia bertanya
“Ada kelas Lee?” aku menjawab,
“Udah selesai” dia tersenyum dan mengajakku untuk makan
berdua lagi, aku menjawab
“Yaudah, apaan? Somay lagi?” dia tersenyum manis dan
menganggukan kepalanya, saat selesai makan aku berbicara padanya,,
“Kata senior senior gw, lu itu susah dideketin ya?” dia
jawab
“Males sama orang orang tukang gombal kaya gitu” Aku Cuma
tersenyum dan mengajaknya kembali kekampus, Di kampus dibawah pohon aku duduk
berdua denganya, dia banyak bercerita, ternyata dibalik wajahnya yang jutek dan
galak dia orang yang baik bahkan sangat baik, dia berbagi cerita, dari cerita
tentang kepahitan hidupnya sampai yang manis.
Aku merasa nyaman berada
didekatnya, setelah dia bercerita tiba tiba dia menyandarkan kepalanya dibahu
kiriku, dia tersenyum tidak lama kemudian dia meneteskan air matanya, aku
langsung pindah kehadapannya dan menghapus air matanya dengan ibu jariku, di
menatapku dan tiba tiba memelukku, pelan pelan aku mengangkat tanganku dan
mengelus kepalanya, aku berbisik padanya
“Kenapa? Lu kenapa?” dan dia akhirnya menjawab.
“Gw gamau jauh dari lu, gw nyaman deket sama lu,” hatiku pun
bergetar dan tersenyum, aku berkata padanya,
“Gw, gw sayang sama lu” dengan gagap aku berkata seperti
itu, aku melepaskan pelukannya dari tubuhku aku memegang pipinya dengan telapak
tanganku,
“Hm.. Aku ga peduli, walau umur kita beda 3 tahun, Aku,, aku
mau milikin kamu” dia memeluk tubuhku lagi” dan berkata,
“Iyah, aku mau jadi milik kamu” Dan tiba tiba aku mendengar
banyak suara tepuk tangan, dan aku sangat terkejut, ternyata banyak mahasiswa
mahasiswi dan dosen dosen yang menyaksikan saat saat itu, aku dan Azzalia melihat
sekeliling banyak orang yang tersenyum memberi selamat.. Azzalia menangis dan
menutup wajahnya dengan kedua tangannya aku memeluk kepalanya dan mengelus
kepalanya, ini adalah pertama kalinya aku mempunyai penyemangat hidup dan yang
aku kejutkan ternyata ini juga pertama kalinya bagi Azzalia. Banyak yang datang
menghampiri dan memberi selamat pada ku dan Azzalia,, tepat di pohon tempat aku
dengan Azzalia, aku mengukir nama ku dan namanya serta tanggal aku dengannya .
Ini akhirnya, ternyata memang Azzalia yang telah di pilihkan
Tuhan untuk menemani hari hariku, dan dia adalah penyemangat hidupku, Aku
merasa sangat beruntung bisa kenal dan memiliknya, Aku merasa menjadi seorang
yang paling beruntung. Dan dialah penyemangat hidupku sampai akhir hayat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar