If you hate me, that's your problem not me. I stay cool

Kamis, 15 Agustus 2013

I Miss Her



Awalnya biasa saja, jujur dia memang cantik, tapi aku tak ada rasa terhadapnya sedikitpun, akupun tak akrab dengannya,sebelum aku dekat dengannya, pernah aku mencintai seseorang dan aku mendekatinya, rasa sayang dan rasa ingin dekatpun kurasakan, sampai akhirnya aku memilikinya, tapi apa yang terjadi? Singkat waktu aku menyakitinya bukan karena ada yang lain, tapi karena perasaanku berubah begitu saja, dari cinta menjadi biasa, aku tidak bisa berbohong untuk mencintainya lagi, karena jika berbohong tiap menit dan tiap kata yang ku keluarkan untuknya, mungkin hanya akan menambah dosaku. Dengan harus aku meninggalkannya.
Sekian waktu berjalan aku masih sendiri, aku merasa sepi, hening walau aku punya banyak teman, aku tetap manusia yang bisa merasakan keheningan, aku berdoa kepadaNYA, aku butuh seseorang yang mampu menghiburku. Lama aku menunggu jawaban doa itu, tapi aku tak pernah letih untuk terus berdoa. Dan suatu ketika aku tidak sadar kalau semakin lama aku semakin didekatkan oleh seseorang, awalnya aku biasa saja, tapi hari demi hari aku merasakan perbedaan, perasaan yang muncul dengan sendirinya, semakin lama aku semakin sayang, tapi aku selalu berkata tidak. Aku berdiam diri berbaring memandang langit langit kamar. Aku berfikir apa mungkin ini jawaban dari doaku.
Aku semakin sayang mungkin aku cinta, tapi aku takut perasaan ini hanya sementara seperti yang sebelumnya. Hari demi hari berganti aku merasa semakin dekat, aku merasa semakin nyaman . Dan aku mulai berdoa disetiap malam, aku berdoa meminta kekuatan dan kemampuan untuk bisa membuat dia tersenyum membuat dia tertawa. Aku merasa aku mendapatkannya aku merasa punya kekuatan dan kemampuan, aku berhasil membuat dia tertawa, menghiburnya dan begitupun dia, selalu memiliki tingkah untuk membuatku tersenyum.
Aku ingin memilikinya tapi apa yang aku punya? Aku hanya seorang lelaki dengan impian yang tinggi yang mengendarai sepeda kemanapun aku bertujuan, seorang lelaki yang selalu didalam rumah menjaga perasaan ibuku ,sampai aku mengetahui bahwa ada yang lain yang juga sedang mendekatinya dan mencoba untuk memilikinya. Aku takut, takut terjadi apa yang tak kuharapkan, tapi aku juga ingin dia bahagia, karena aku tau aku tak mungkin bisa membahagiakanya dengan keadaanku yang tidak sebebas sekumpulan burung yang terbang sesuka mereka tanpa memikirkan hari esok.
Mereka semua berkata padaku bahwa apa yang kita takuti biasanya selalu mendekat, dan aku mencoba untuk tidak takut, dan aku terlambat. Yang tak kuharapkan dan yang kuharapkan sudah terjadi, dia menjadi milik yang lain dan dia bahagia, Aku hanya bisa tersenyum mengetahui hal itu. Sakit, tak bersemangat, tak kuat melangkah, aku bertanya Tanya, ya Tuhan apa maksud semua ini terjadi padaku. Aku mencoba bangkit dari rasa sakit ini, aku menatap cermin dan aku melihat aku yang sedang menangis, aku tersenyum dan berbaring dikasur mencoba untuk tidur.
Sampai suatu ketika ada sebuah acara, dia memintaku untuk datang, aku menyembunyikan rasa sakit itu dengan senyuman, dan aku tidak datang ke acara itu, beberapa hari sebelum acara dimulai, aku bertemu lagi dengannya, dan aku tak bisa bicara dan tak ingin bicara apa apa, padanya aku hanya diam dan tak menjawab segala sapaan dan candaan darinya, aku takut, aku takut luka ini bertambah, aku hanya berdiam dikamar mengunci pintu, seharian penuh aku tak bertemu dengan siapapun, ibuku terus mengetuk pintu kamarku pada saat malam, aku tak membukakan pintu. Sampai aku sadar kalau aku menyakiti ibuku dengan membuatnya cemas, aku keluar dari kamar dan aku menghampiri ibuku yang sedang duduk disofa, aku duduk dilantai didepan kaki ibuku, aku menyandarkan keningku kelutut ibuku, aku meminta maaf karena membuatnya cemas, ibu mengusap kepalaku, aku menahan perihku didepan ibuku, ibu memintaku untuk bercerita, aku berbohong dengan berkata aku baik baik saja, aku lekas pergi kembali kekamar, mencoba untuk tidur dan aku tak bisa.
Setelah acara selesai aku ada disana dan dia tidak mengetahui keberadaanku, tak seorangpun tau keberadaanku, perih aku rasakan melihat mereka yang sedang berdua, aku hanya ingin melihatnya setelah itu aku pergi. Waktu demi waktu aku mencoba membiasakan diri, dan aku bisa, aku bisa menahan perih ini, bertemu dengannya berbicara seperti biasa, dibalik senyumku sesungguhnya aku perih. Waktu demi waktu berlalu aku tidak tau apa yang terjadi padanya, aku semakin jauh darinya dan yang kubisa hanya menghubunginya dari jarak jauh.
Aku merindukannya, ingin melihat senyumnya seperti dulu, tapi aku harus apa, aku tak punya cela, aku benar benar merindukannya, sempat aku berlatih beladiri aku terkena marah oleh pelatih karena aku melamun memikirkannya, saat pelatihku menyiapkan target ditangan kanannya untuk di tendang, aku melamun dan asal melayangkan kakiku, pelatih menahan tendanganku yang hampir mengenai kepalanya, aku dimaki habis habisan, aku berhenti berlatih aku hanya duduk bersandar sambil mendengarkan musik, lalu pulang kerumah.
Dia perempuan pertama yang membuatku jatuh cinta hanya karena aku nyaman akrab berada didekatnya, Aku bertanya Tanya bisakah aku bertemu dengannya lagi, akankah Tuhan memberikanku kesempatan untuk dekat dengannya lagi, dan taukah dia akan perasaan ku terhadapnya, awalnya aku takut memiliknya karena aku takut perasaanku hanya sebentar untuknya, dan ternyata rasa ini masih ada dan terus ada, semakin aku berdoa semakin aku mencintainya, dan apabila tujuan hidupku tercapai, mungkin dialah yang pertama kali sangat ingin aku jumpai...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar