If you hate me, that's your problem not me. I stay cool

Rabu, 15 Mei 2013

Last Pretence



   Aku mengecewakannya, Membuatnya diam, aku tak bisa sungguh tak bisa menghadapinya, dia beku dan melumpuhkanku, aku tau aku salah, dan memcoba untuk memperbaikinya, Aku berjalan bersama mantan kekasihku bergandeng tangan seolah pasangan, dan dia melihatku dia kekasihku melihatku, dia berlari dan memutuskan untuk berakhir denganku, aku berusaha mencegahnya nerkali kali ku ucap maaf tapi itu sia sia dia beku.

   Suatu ketika aku bertemu dengannya, aku menghampirinya ,aku berdiri di belakangnya,
“Aku,, maafin aku, aku tau itu salah, aku khilaf, beri aku kesempatan” dia membalikan badan kearahku dia menatap wajahku, dia meneteskan air matanya dia tidak berbicara apapun, dia lekas meninggalkanku aku mengejar dan menangkap tangannya, tapi dia terus tidak mau dia lepas dan tidak mau menerimaku lagi ada di hidupnya.

   Aku tak tau apa yang harus ku perbuat, kebekuannya melumpuhkanku, Aku tak bisa menghadapinya Percakapannya dan pandangannya,, aku kehilangan itu semua,, aku merasa sesal yg sangat menusukku, Aku tak menyangka ini terjadi kekhilafanku menghantarkan aku dengannya kedua arah yang jauh beda, Aku menangis, aku kecewa, semua itu karena kesalahanku, Aku selalu berdoa agar dia kembali padaku dan aku berjanji dalam hatiku tak akan sesali dia lagi.

   Aku terus mengejarnya, aku berlari tapi tak ada perubahan dia tidak melihatku sedikitpun, aku didepan rumahnya, aku berteriak memanggil namanya, dia membukakan jendelanya dilantai dua dengan mata yang deras, dia menggelengkan kepalanya, dia menangis akupun menangis,
“Aku mau ngapain aja asal kamu mau maafin aku” dia tidak berkata diam membisu, dia menutup jendelanya, Hujan pun turun aku tidak pindah tempat aku tetap didepan pagar rumahnya, hari semakin gelap dan hujan masih berlanjut, dia mengintipku aku melihatnya tetapi hanya sejenak.

   Aku tak tau harus apa karena selama ini dialah yang aku cari, hujan berhenti dan aku tertidur didepan pagar  rumahnya, dia keluar dan melihatku dia menghampiriku, tubuhku begitu panas aku demam dia menyentuh keningku dan aku tersadar saat aku membuka mata, aku mulai bangun dan dia terkejut dan meninggalkanku, dia berlari, aku mengejarnya, dia tak mau berhenti dan aku membiarkannya, aku meneteskan air mataku, aku jatuh, aku sakit, dan seseorang menemukanku dan membawaku kerumah sakit.
   Sekitar 5 jam kemudian aku tersadar, aku belum sembuh dan aku memaksakan diri untuk berdiri, banyak yang mencegahku untuk pergi tapi aku berontak berteriak dan merekapun membiarkanku, aku mencarinya, dia tidak ada dirumahnya dan dimanapun itu aku tidak menemukannya, aku masih melangkah malam pun tiba dan kembali hujan, aku ada di trotoar, aku melihatnya dengan payung putih dia akan menyebrang jalan, aku tidak memanggil karena aku tau dia akan lari jika aku memanggilnya.

   Dia sudah di tengah jalan dan dengan tubuh lemas aku mendekatinya, dia sadar aku ada dibelakangnya dia mempercepat langkahnya, aku berteriak “MAAFIN AKU..........” tapi dia menangis terus melangkah aku menutup mata dan aku mendengar banyak suara berteriak memintaku menyingkir, dan saatku membuka mata aku terlambat sebuah mobil menabrakku, aku tak sadarkan diri, dan orang orang yang ada disekitar tempat itu membawaku kembali kerumah sakit, dan saat aku tersadar, aku terkejut ,aku lumpuh, aku tak bisa merasakan kaki kaki ku aku menangis aku dan ada seseorang yang memegang bahuku, dan aku melihatnya menangis, dia menangis menyesal, dia memelukku dengan erat, dia berkata
“Maafin aku, maafin aku harusnya kamu ga segitunya..” dia menangis deras, dia melepas pelukannya dan Akupun menjawab
“Aku begitu karena aku Cuma mau kamu untuk aku , itu semua aku lakuin karena aku cinta sama kamu dan mau kamu maafin kekhilafan aku, maaf maafin aku, aku nyesel dan aku minta Maafin aku” dia kembali memelukku,

    Dan sekarang aku lumpuh, aku hidup dengan kursi roda dan aku bersamanya dan tak mau lepaskan nya..dia sering menangis melihat aku duduk di kursi roda, dia merasa sangat bersalah, , aku selalu berusaha membuatnya tersenyum tapi itu sulit, karena aku bukan aku yang dulu,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar