Aku mengecewakannya, Membuatnya diam, aku tak bisa sungguh
tak bisa menghadapinya, dia beku dan melumpuhkanku, aku tau aku salah, dan
memcoba untuk memperbaikinya, Aku berjalan bersama mantan kekasihku bergandeng
tangan seolah pasangan, dan dia melihatku dia kekasihku melihatku, dia berlari
dan memutuskan untuk berakhir denganku, aku berusaha mencegahnya nerkali kali
ku ucap maaf tapi itu sia sia dia beku.
Suatu ketika aku bertemu dengannya, aku menghampirinya ,aku
berdiri di belakangnya,
“Aku,, maafin aku, aku tau itu salah, aku khilaf, beri aku
kesempatan” dia membalikan badan kearahku dia menatap wajahku, dia meneteskan
air matanya dia tidak berbicara apapun, dia lekas meninggalkanku aku mengejar
dan menangkap tangannya, tapi dia terus tidak mau dia lepas dan tidak mau
menerimaku lagi ada di hidupnya.
Aku tak tau apa yang harus ku perbuat, kebekuannya
melumpuhkanku, Aku tak bisa menghadapinya Percakapannya dan pandangannya,, aku
kehilangan itu semua,, aku merasa sesal yg sangat menusukku, Aku tak menyangka
ini terjadi kekhilafanku menghantarkan aku dengannya kedua arah yang jauh beda,
Aku menangis, aku kecewa, semua itu karena kesalahanku, Aku selalu berdoa agar
dia kembali padaku dan aku berjanji dalam hatiku tak akan sesali dia lagi.
Aku terus mengejarnya, aku berlari tapi tak ada perubahan
dia tidak melihatku sedikitpun, aku didepan rumahnya, aku berteriak memanggil
namanya, dia membukakan jendelanya dilantai dua dengan mata yang deras, dia
menggelengkan kepalanya, dia menangis akupun menangis,
“Aku mau ngapain aja asal kamu mau maafin aku” dia tidak
berkata diam membisu, dia menutup jendelanya, Hujan pun turun aku tidak pindah
tempat aku tetap didepan pagar rumahnya, hari semakin gelap dan hujan masih
berlanjut, dia mengintipku aku melihatnya tetapi hanya sejenak.
Aku tak tau harus apa karena selama ini dialah yang aku
cari, hujan berhenti dan aku tertidur didepan pagar rumahnya, dia keluar dan
melihatku dia menghampiriku, tubuhku begitu panas aku demam dia menyentuh
keningku dan aku tersadar saat aku membuka mata, aku mulai bangun dan dia
terkejut dan meninggalkanku, dia berlari, aku mengejarnya, dia tak mau berhenti
dan aku membiarkannya, aku meneteskan air mataku, aku jatuh, aku sakit, dan
seseorang menemukanku dan membawaku kerumah sakit.
Sekitar 5 jam kemudian aku tersadar, aku belum sembuh dan
aku memaksakan diri untuk berdiri, banyak yang mencegahku untuk pergi tapi aku
berontak berteriak dan merekapun membiarkanku, aku mencarinya, dia tidak ada
dirumahnya dan dimanapun itu aku tidak menemukannya, aku masih melangkah malam
pun tiba dan kembali hujan, aku ada di trotoar, aku melihatnya dengan payung
putih dia akan menyebrang jalan, aku tidak memanggil karena aku tau dia akan
lari jika aku memanggilnya.
Dia sudah di tengah jalan dan dengan tubuh lemas aku mendekatinya,
dia sadar aku ada dibelakangnya dia mempercepat langkahnya, aku berteriak “MAAFIN
AKU..........” tapi dia menangis terus melangkah aku menutup mata dan aku
mendengar banyak suara berteriak memintaku menyingkir, dan saatku membuka mata
aku terlambat sebuah mobil menabrakku, aku tak sadarkan diri, dan orang orang
yang ada disekitar tempat itu membawaku kembali kerumah sakit, dan saat aku
tersadar, aku terkejut ,aku lumpuh, aku tak bisa merasakan kaki kaki ku aku
menangis aku dan ada seseorang yang memegang bahuku, dan aku melihatnya
menangis, dia menangis menyesal, dia memelukku dengan erat, dia berkata
“Maafin aku, maafin aku harusnya kamu ga segitunya..” dia
menangis deras, dia melepas pelukannya dan Akupun menjawab
“Aku begitu karena aku Cuma mau kamu untuk aku , itu semua
aku lakuin karena aku cinta sama kamu dan mau kamu maafin kekhilafan aku, maaf maafin
aku, aku nyesel dan aku minta Maafin aku” dia kembali memelukku,
Dan sekarang aku lumpuh, aku hidup dengan kursi roda dan aku
bersamanya dan tak mau lepaskan nya..dia sering menangis melihat aku duduk di
kursi roda, dia merasa sangat bersalah, , aku selalu berusaha membuatnya
tersenyum tapi itu sulit, karena aku bukan aku yang dulu,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar